Postingan

Maju Bersama Korindo Bangun Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar)

Gambar
Source: google        Daerah 3T adalah daerah terdepan, terluar dan tertinggal di bagian wilayah Indonesia karena pembangunan infrastruktur yang belum memadai. Daerah ini masih menjunjung kearifan lokal yang tinggi. Di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang sebagian besar adalah desa banyak menyuguhkan keindahan alam yang elok dan bagus sebagai tempat tujuan wisata. Tempat ini masih belum di jamah oleh banyak orang sehingga masih alami. Source: google          Bagi sebagian orang di daerah yang masih tertinggal dan berada di perbatasan masih banyak yang kondisi ekonominya rendah karena mereka tidak mengetahui bagaimana mengembangkan daerahnya tanpa campur tangan pemerintah dan semua pihak seperti perusahaan BUMN dan perusahaan lainnya. Akses jalan yang sulit dan jauh dari pusat kota membuat masyarakatnya tidak mudah untuk mengupgrade diri mereka. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur sangat diperlukan di daerah ini.
   Perkembangan teknologi yang semakin canggih, dunia kini m…

Resensi Novel “BUMI CINTA”-Habiburrahman El-Shirazy

Gambar
Resensi Novel “BUMI CINTA”-Habiburrahman El-Shirazy Judul buku: BUMI CINTA Pengarang: Habiburrahman El-Shirazy
Novel karya Habiburrahman El-Shirazy yang berjudul “Bumi Cinta” ini merupakan novel yang berkisah romansa relijius dan menjadi predikat novel pembangun jiwa. Saya memutuskan untuk membaca novel ini karena jumlah halaman yang lumayan tebal sehingga saya gunakan untuk RCO level pertama.
Menurut saya novel ini lumayan berbobot, di mana kisahnya di mulai dari seorang pemuda islam yang bernama Muhammad Ayyas. Ia adalah mahasiswa pasca sarjana di Delhi, India yang pernah mondok atau nyantri di Pesantren Kajoran Magelang dan melanjutkan kuliah di Madinah. Ia berniat untuk mengerjakan tugas penelitian dari dosen pembimbingnya.
Tiba di Rusia Ayyas disambut oleh teman lamanya yang bernama David. David mencarikan apartemen untuknya dengan menyesuaikan kondisi keuangan dan lokasi yang strategis, maka David memilihkan apartemen yang harus berbagi dengan orang lain. Dan parahnya Ayyas harus ber…

Komunitas ODOP 6

Teruntuk Komunitas ODOP 6
Saat mengetahui tentang Komunitas One Day One Post saya langsung tertarik untuk mencoba bergabung. Komunitas ini adalah satu-satunya komunitas menulis yang paling aktif di antara grup yang lain. Melihat dari cara bergabungnya yang melalui seleksi dan pada akhirnya bisa mencapai titik puncak ini saya sangat senang. Di komunitas ini tidak hanya pemuda saja tetapi juga dari berbagai kalangan usia dan latar belakang menjadi satu. Itulah yang luar biasa.
Pada awalnya memang berat saat mengetahui adanya keharusan posting setiap hari. Ya, namanya aja One Day One Post. Tapi saya justru tertantang untuk mencoba dan selalu berusaha memenuhi tugas-tugas dan tantangan yang di berikan di komunitas ini. Di balik ini semua pastinya ada teman-teman yang selalu mendukung dan saling menyemangati satu sama lain. Selain itu, juga karena dukungan dan fasilitas PJ yang ada dalam setiap pulau. Saat kelas peminatan saya memilih untuk ikut kelas fiksi.
Perjalanan demi perjalanan, tahap …

Gadis Pohon Maple Bagian 2

“Lintang, kamu mau seperti ini sampai kapan?” tanya Tania terhadap sahabatnya itu. Bukan menjadi hal asing bagi Tania jika melihat sosok sahabatnya yang selalududuk termenung di bawah pohon maple itu.
“Sampai Arkan kembali dan seperti dahulu lagi.” jawab Lintang. “Sejujurnya kemarin aku melihatnya tetapi ia seperti tak ingat kepadaku. Aku tak mungkin salah lihat bukan. Ia bukan sosok Arkan yang ku kenal.” lanjutnya. “Benarkah?” tanya Tania dengan raut muka kagetnya. “Mana ada aku bohong Tan.” Lintang sangat yakin itu Arkan. Pembicaraan itu berakhir ketika dokter Lastri memanggilnya seperti biasa. @@@@@@@@
“Kemarin aku tak sengaja melihat cewek yang pingsan dan hampir jatuh. Aku membawanya ke rumahsakit tetapi ada yang aneh tau ga, Kan.” Dito bercerita panjang kali lebar. “To the Point aja ngapa dah.” Arkan masih dengan gaya cueknya. “Anehnya dia manggil-manggil namamu ketika siuman.” Arkan langsung menghentikkan aktivitasnya mendengar apa yang diucapkan Dito. “Ga percaya aku. Kebetulan aja nama…

Gadis Pohon Maple

Gadis Pohon Maple
Siluet senja menembus sela-sela pohon maple. Satu-satunya pohon yang di tanam di ujung pekarangan rumah Lintang. Tepat di bawah pohon di berikan kursi taman. Tempat itu adalah tenpat di mana ia membuat janji masa kecil dengan sahabat kecilnya.
15 tahun berlalu, tak ada yang berubah dalam hidupnya. Lintang selalu yakin akan kehadirannya kembali. Ia tak pernah lelah menunggu. Ia gunakan topi untuk menutup kepala yang rambutnya kian menipis. Ia tak ingin melewatkan senja barang sedetikpun setiap sorenya. “Lintang, masuk rumah dulu yuk.” ajak seorang paruh baya. Dokter yang merawatnya selama ini. Orangtuanya bekerja keras untuk membayar biaya rumahsakitnya selama ini. “Masih ingin di sini dok.” jawabnya masih dengan posisi duduknya. Dokter Lastri hanya bisa menatap sendu Lintang. @@@@@@
Suatu hari Lintang sedang jalan-jalan menikmati sejuknya pagi. Tiba-tiba ada seseorang yang menyerempetnya menaiki sepeda. “Kring..kring.” dengan percaya dirinya ia malah melenggang pergi begitu…

Ketika Cinta Mewujudkan Impian (Setetes Tinta Hitam)

Di kelas
Intan: “Hay Rey, kamu lagi nulis apaan sih.” (basa-basi) Reina: “Nggak nulis apa-apaan.” (buru-buru memasukkan bukunya kedalam tas). Intan: Owhh.. kok kamu main rahasia-rahasiaan sih.” Reina: “ Biarin, darimana saja kamu kok baru masuk kelas,gerombolan lagi.” Intan: “Dari ngumpul tadi.” Reina: “Ohh.” Intan: “Kok cuman oh, sih, kamu nggak kepo gitu.” Reina: “Terus aku harus gimana.”
Tettettet.........
Tiba-tiba Pak Doni guru IPA Biologi sudah berada di depan kelas.
Pak Doni: “Tok tok tok. (menggedor-gedorkan penghapus di papan tulis) semua diam. Kalian nggak dengar bel apa?” Semua Murid: “Ya,Pak.” ( langsung duduk di kursi masing-masing) berbeda dengan Reina yang sudah duduk manis di kursinya sejak tadi.
Tok.. tok.. tok (sambil membuka pintu) Pak Doni: “Ya silahkan masuk, kamu murid baru itu ya?”

Penyembuh Lara

Kini aku berteman dengan sepi. Luka yang kamu goreskan menganga tanpa penyembuhnya. Terguyur hujan kian membuatku merana. Jika hujan bisa meluruhkan ingatan aku akan hujan-hujanan tanpa henti. Tapi nyatanya tidak. Luka ini terlalu mendadak. Sedetak seperti kepergianmu.

Bagaimana bisa aku mengubur kenangannya? Jika terlalu banyak kenangan yang telah tertata. Bahkan memoriku selalu tentangmu. Salahkah jika aku masih mengingatmu? Salahkah jika aku masih mengharapkanmu? Hari telah berganti minggu. Minggu telah berganti bulan. Dan bulan telah berganti tahun. Seperti terkurung dalam ingatan yang tak akan terlupa.
Malam yang dingin kian menusuk. Menambah lara yang masih terpelihara. Seperti terpagar besi tinggi. Hati ini telah kamu kunci. Dan membutuhkan kunci baru untuk membukanya. Kini hidupku berantakan. Pergimu yang kau anggap tak ada arti. Membuatku takut untuk mengenal kembali seseorang.
Gesekan biola mengalun nada indah. Kini menggetarkan jiwaku. Itukah kamu? Karena lewat nada itu aku me…