Langsung ke konten utama

Postingan

Dialog Kopi

Dialog Kopi Bercerita tentang kopi. Aku memang menyukai kopi tetapi mencoba kopi buatan barista bahkan bisa di hitung menggunakan jari. Suatu hari aku bermain ke tempat bekerja temanku. Dan di sana ada temannya. Entah dari mana pembicaraan ini di mulai. Ketika menyinggung kopi langsung semangat untuk di bahasnya. Dia enak di ajak ngobrol dan akhirnya pun ngalor-ngidul membahas kopi. Kebetulan dia bekerja part time di sebuah kedai kopi. Hal itulah yang membuatku semakin semangat untuk membahasnya. Dia (aku lupa namanya)hehehe. Meskipun masih belajar menurutku pengetahuannya tentang kopi sudah cukup banyak. Sedikit sejarah tentang kopi akan aku selipkan untuk melengkapi kisah. Sejarah kopi pertama kali tercatat pada abad ke-9. Awalnya, biji kopi hanya ditemukan di Benua Afrika, tepatnya kawasan Etiopia. Pada waktu itu, masyarakat Etiopia mengonsumsi kopi untuk memenuhi kebutuhan energi. Nah, baru setelah beberapa abad kemudian, kopi mulai tersebar di Semenanjung Arab. Berbeda dengan bangs…
Postingan terbaru

Kisah Si Koin

Terdengar isak tangis yang terdengar samar-samar di kebun belakang rumah Tuan Deri. “Teman, kalian mendengar suara tangisan tidak?” tanya si Merah. “Iya, aku tidak asing dengan suara itu.” Jawab si Biru. “Teman-teman, ayo kita lihat kesana.” Si Merah mengajak teman-temannya untuk mengunjungi taman belakang. “Koin, kamu kenapa?” tanya si Biru. “Tuan muda, membuangku dan teman-temanku juga.” Masih dengan isakannya. “Kenapa tuan tidak menghargai kalian dan membuangnya begitu saja.” Jawab si Merah. “Tuan muda tidak menyukai kehadiranku, aku hanya koin tidak berarti apa-apa baginya, tidak seperti kalian yang sangat berharga di mata tuan muda.” Jawab si Koin. “Kita harus memberi pelajaran untuk tuan muda.” Kata si Biru dan Merah kompak. “Bagaimana caranya?” tanya si Koin merasa kebingungan dengan sikap si Biru dan si Merah. “Kamu ikut bersama kami.” si Biru dan si Merah beserta teman-temannya mengajak Koin untuk pergi meninggalkan tempat itu. Mereka pergi meninggalkan tempat tuan mudanya yang memili…

Tentang Rindu

Tentang Rindu
Oleh : Isni Ngalifah

Sunyi senyap dalam gelap
Malam mencekam
Rindu tertahan
Menunggu hingga pagi pun datang

Menyulam rindu hingga tertumbuh
Menyempurna dan menjaganya
Hingga membuncah saatnya tiba
Tak akan terganti karna kau belahan jiwa.

Yogyakarta, 20 Oktober 2018
#komunitasonedayonepost
#odopbatch_6
#day45

Apa Kabar Hati?

Apa Kabar Hati?
Waktu demi waktu sudah berlalu. Tak menyangka bukan? Sepertinya baru kemarin kita sering bertengkar di dalam kelas. Sepertinya baru kemarin kamu bercanda dan tertawa bersamaku dan menjadikanku sandaran atas keluh kesahmu. Sepertinya baru kemarin kamu memilih hati yang baru dan bertekad untuk meninggalkanku. Bagaimana bisa aku percaya padamu? Padahal dalam kenyataan kamu membagi hati untuk sahabatku. Dua tahun berlalu, dan dilalui tanpa kehadiran seseorang yang cukup berarti. Kata move on mungkin sudah aku dengar berkali-kali dari sahabat-sahabatku. Tetapi bagaimana bisa? Jika hati tetap memilihmu. Aku merelakanmu pergi tetapi kenapa harus sahabatku sendiri yang menggantikanku? Bagaimana bisa kamu menutup rapat hubunganmu dengannya ketika bersamaku. Apakah kamu tidak pernah berfikir tentang perasaanku sama sekali? Bagai daun kering yang jatuh dan diinjak oleh banyak orang. Sepertinya aku tidak berarti sekali dalam hidupmu. Kali ini aku menyerah. Jika kamu lebih bahagia …

Serbuk Daun Bidara

Serbuk Daun Bidara
Kali ini saya ingin berbagi tentang berbagai manfaat serbuk daun bidara. Daun bidara memiliki berbagai manfaat di antaranya adalah sebagai berikut : Sarana ruqyah gangguan jin/ sihir. Peremajaan kulit Anti oksidan Mengobati penyakit lambung Mengobati diabetes mellitus Mengobati kanker Mengobati tumor Mengobati kista Antiseptic Mengatasi keputihan Kesehatan tulang dan gigi Demam Bisul Ambeyen Ejakulasi dini Anti inflamasi Melancarkan peredaran darah Membersihkan darah Menurunkan kadar gula Memandikan jenazah Mandi wajib Peremajaan kulit Mengobati penyakit akibat bakteri/ virus, dll.
Cara penggunaan : Terapi Ruqyah : Gunakan 1 sdt bubuk daun sidr/ bidara dilarutkan dengan air panas jadikan 1 gelas lalu diminumkan. Bila diperlukan mandikan pasien dengan larutan daun bidara yang dimasukkan ke dalam bejana dengan takaran 3 sdm bubuk daun bidara. Untuk kecantikan : 1 sdm daun sidr/ bidara larutkan dengan air panas, gunakan sebagaimana menggunakan masker/ lulur. Gangguan p…

Merajut Aksara

Merajut Aksara Oleh : Isni Ngalifah

Kertas kosong yang mulai terisi
Coretan-coretan abstrak tersusun rapi
Hari demi hari ku bertekad untuk memulainya
Hingga lembaran kosong itu terisi
Penuh oleh rangkaian aksara

Merajut kisah untuk di kenang
Bagai merajut benang
Butuh kesabaran dan perjuangan
Untuk mencapai di titik puncak

Merajut aksara di dunia
Bersama secangkir kopi tak terlupa
Paduan yang cocok untuk bercerita
Dari pagi hingga senja tiba
Tak akan terasa berlalunya.

Yogyakarta, 20 Oktober 2018

#komunitasonedayonepost
#odopbatch_6
#day42

FIRST LOVE FAZILA 2

Siang yang terik membuat Hasna malas untuk beranjak pulang dan berakhir mereka di Rumah Fazila. Hanya untuk sekedar berbincang dan sibuk dengan novel di tangan masing-masing. Ya, mereka mempunyai hobi yang sama. Hal itu, membuat persahabatan mereka semakin dekat, saling bertukar novel berbagi cerita dan masih banyak yang lainnya. Karena besok libur makanya Fazila pulang ke rumah dan Hasna pun mampir ke rumahnya karena rumahnya melewati rumah Fazila. “By The Way, suara Fahri bagus ya, Zil.” Entah kenapa Hasna mendadak ngomongin Fahri. “Hmm.” Fazila hanya bergumam menjawabnya. Ia akui suara Fahri emang bagus dan diam-diam juga ia telah menaruh hati kepada Fahri. “Kok responmu cuma gitu doang si, Zil?” tanya Hasna penasaran. “Iya emang bagus kok.” Jawab Fazila masih fokus dengan novel yang di bacanya. “Kuliahmu gimana?” tanya Hasna lagi. “Gak seperti yang aku bayangin, banyak tugas ini itu.” Aku kira kuliah ga sesibuk kayak waktu SMA tapi kenyataannya malah sibuk banget ya. Oceh Fazila p…